Monday, June 15, 2009

-=:+: Croc O Dile :+:=-

Ok, drpd blog lama ga diupdate, isi pake ini aja ah. Selamat membaca =D

BUAYA
Panjang tubuh : 1,40-7,00 meter
Berat badan : 1000-1200 kg
Umur hidup : 70 tahun

Buaya merupakan reptil bertubuh besar yang hidup di air. Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar, seperti sungai, danau, rawa, dan lahan basah lainnya. Namun ada pula buaya yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utamanya adalah hewan-hewan bertulang belakang (seperti bangsa ikan, reptil, dan mamalia) terkadang juga memangsa moluska dan krustasea (tergantung pada spesiesnya).

Buaya adalah hewan purba, yang hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus. Buaya dapat bergerak dengan sangat cepat pada jarak pendek, bahkan juga di luar air. Binatang ini memiliki rahang yang sangat kuat, yang dapat menggigit dengan kekuatan yang luar biasa, menjadikannya hewan dengan kekuatan gigitan paling besar.

Ada beberapa spesies buaya yang hidup hingga saat ini, tetapi ada beberapa yang telah punah, seperti Euthecodon dan Rimaschus. Di Indonesia, sejauh ini diketahui ada sekitar tujuh spesies buaya yang ditemukan, yakni :
- Buaya Mindoro atau buaya Filipina (Crocodylus mindorensis)
- Buaya Irian (C. novaeguineae)
- Buaya muara (C. porosus)
- Buaya Kalimantan (C. raninus)
- Buaya air tawar atau buaya Siam (C. siamensis)
- Buaya Sahul (Crocodylus sp.nov.), dan
- Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii)

BLACK CAIMAN (Melanosuchus niger)
Black Caiman adalah buaya yang banyak ditemukan di Amerika Selatang yang tersebar di perairan Amazone. Mereka lebih menyukai sungai dan danau dengan sedikit gelombang. Buaya jenis ini banyak diburu untuk diambil kulitnya, karena memiliki nilai jual tinggi. Warna kulitnya berfungsi sebagai kamuflase ketika mencari mangsa.

DWARF CAIMAN (Paleosuchus palpebrosus)
Dwarf Caiman atau buaya kerdil adalah jenis buaya terkecil yang hanya memiliki panjang 1,45 meter, betinanya hanya memiliki panjang mencapai 2,00 meter saja. Mereka hidup di perairan Amazone dan lebih menyukai air mengalir yang kaya akan oksigen seperti air terjun. Ciri dari buaya jenis ini adalah bentuk kepala yang lebih pendek dan cembung. Selain itu yang membedakannya dengan buaya lain adalah jenis kulitnya yang kurang kuat.

ALIGATOR AMERIKA (Alligator mississippiensis)
Aligator Amerika mempunyai badan besar yang sedikit bulat dengan otot yang kuat, kepala lebar, dan ekor yang sangat kuat.Aligator jantan panjangnya 3,96-4,48 meter, sedangkan betinanya hanya 2,99 meter. Ekornya digunakan untuk mendorong ketika berada di air, selain itu dapat juga digunakan sebagai senjata dan pertahanan ketika terancam. Aligator bepergian dengan cepat di air. Makanan utama mereka adalah ikan, burung, kura-kura, mamalia, dan amfibi. Mereka tinggal di rawa-rawa dan sungai Amerika Serikat bagian tenggara.

SENYULONG (Gavialis gangeticus)
Habitat dari senyulong adalah India bagian utara, seperti Bhutan, Bangladesh, Myanmar, dan Pakistan. Jenis buaya ini hidup di air yang lebih tenang. Ciri yang paling mencolok dari jenis ini adalah mulut yang panjang dan kecil sebagai adaptasi dari jenis makanannya yaitu ikan. Kekuatan rahangnya memberikan keuntungan dalam kecepatan menangkap mangsa. Bentuk moncong dan susunan giginya sangat sesuai untuk menangkap ikan dan katak yang licin.

MITOLOGI BUAYA
Dewa Sebek adalah dewa dengan kepala buaya pada masa lampau. Ia adalah dewa dari danau dan sungai, dewa yang menciptakan sungai Nil, dewa dari kesuburan dan kelahiran kembali. Seperti dewa lainnya, Sebek bersifat melindungi dan dermawan. Orang Mesir menganggap bentuk buaya dari dewa Sebek merupakan lambang kekuatan penguasa Mesir kuno.

Buaya selalu terlihat di lukisan kulit kayu dan batu yang dibuat oleh suku Aborigin Australia. Kreasi mereka disebut "the dream time" yang menceritakan bagaimana binatang leluhur ini menciptakan daratan dan manusia. Menurut cerita "Gunwinggu" dari daratan Arnhern, sungai Liverpool dibuat oleh buaya. Buaya perkasa membuat jalan dari gunung ke laut dan mengunyah tanah ketika pergi. Tindakannya itu membuat kerut yang dalam yang diisi dengan air agar menjadi sungai.

Sepasang roti buaya oleh warga Betawi menjadi unsur yang tidak boleh diabaikan dalam acara serahan. Bagi warga Betawi roti buaya menjadi semacam simbol suami istri masa depan, karena buaya memiliki kesabaran yang tidak tertandingi.

Taken from : Predator

WOGH!

0 comments:

Post a Comment